Selasa, 20 Januari 2009

Protokol Transport

Transport Protokol

Pada protokol TCP/IP, kita mengenal 2 protokol yang berada pada Transport layer, yaitu TCP dan UDP.
TCP adalah protokol yang connection-oriented, reliable, memiliki flow control dan congestion control. Sementara UDP connectionless, tidak reliable, tidak memiliki flow control dan juga tidak mempunyai congestion control.

Tentu tidak sulit dipahami mengapa kita membutuhkan TCP, karena dengan connection-oriented protocol ini menyajikan transportasi yang reliable. Pengirim dapat memastikan bahwa data yg dikirimkan ke penerima diterima dengan baik tanpa kehilangan data, tiba dalam urutan yang benar, dan tidak ada duplikasi. Ketika data tidak sampai dengan benar pada penerima, data akan dikirim ulang oleh penerima. Dan jika kondisi tidak memungkinkan, pengiriman akan diterminate oleh si pengirim.

Lantas, apa gunanya protocol UDP yg connectionless dan unreliable itu ?
Pada kenyataannya, tidak semua applikasi peduli akan data loss. Kadangkala si pengirim tak peduli apakah kirimannya sampai atau tidak di penerima. Yg penting bagi si pengirim adalah bahwa dia telah mengirim data. Apakah betul ada applikasi yang demikian ? Tentu saja ada, salah satu contohnya adalah applikasi broadcast. Pada applikasi berjenis ini, si pengirim mengirimkan data pada banyak penerima pada waktu yg bersamaan. Dan si pengirim tidak peduli apakah si penerima menerima data itu dengan baik atau tidak.
Sebagai analogi, anggaplah pengirim itu statiun televisi yang memancarkan siarannya. Pemancar Televisi membroadcast siarannya dan bisa ditangkap oleh televisi-televisi yang memantau pada frekwensi si stasius tersebut. Namun apakah si stasiun televisi tahu siapa saja yg menghidupkan televisi dan memantau siarannya ? Apakah si pemancar akan mematikan stasiunnya jika dia tahu bahwa tidak ada yg memantau siarannya ? Tentu saja tidak. Si pemancar tidak peduli apakah ada yg memantau siarannya atau tidak, siarannya tetap saja ditayangkan.

Selain reliabilitas data (toleransi akan kehilangan data), apa saja sih faktor-faktor yg patuh dipertimbangkan untuk memilih transport protokol yang tepat untuk menyajikan sebuah applikasi ?
Faktor-faktor tersebut adalah:
  - Ketepatan waktu
  - Kelenturan Bandwith

Beberapa applikasi tidak terlalu sensitif terhadap ketepatan waktu,  namun applikasi yang lain sangat sensifit terhadap waktu. Applikasi Internet Telephony adalah salah satu applikasi yang peka terhadap ketepatan waktu sehingga membutuhkan jitter dan delay yang rendah. Jitter yang besar akan membuat kejernihan suara menjadi terganggu, sementara delay yg panjang akan membuat pembicaraan menjadi tidak menarik dan membuat pengguna menjadi emosi. Bayangkan saja kalau anda berbicara di telpon dengan seorang teman dan terjadi delay yg panjang. Bisa jadi anda melucu dan berharap si teman tertawa ternyata dia baru tertawa 2 menit kemudian. Apa nggak bikin BT tuh ?

Demikianlah kiranya catatan kuliah saya tentang transport protokol yang intinya adalah penjelasan tentang jenis-jenis transport protokol dan faktor apa saja yg harus diketahui oleh pembuat aplikasi untuk memilih protokol yang sesuai.




Posted at 06:55 pm by bank_al
Make a comment  
Sumber:Catatan kuliah.

Sep 9, 2005
Evolusi Komputer

Komputer yang sekarang kita kenal ini telah berevolusi dari generasi pertama yg menggunakan Vacuum Tubes, dilanjutkan oleh generasi kedua yang menggunakan Transistor-transistor, disusul oleh generasi ketiga yg menggantikan transistor dengan IC dan akhirnya digantikan oleh generasi terakhir yang menggunakan VLSI.

Komputer general-purpose yang paling pertama sekali, yang dikenal dengan nama ENIAC, belum dirancang dengan "stored program" sehingga untuk memprogram komputer ini, si programmer harus secara manual menghidupkan atau mematikan switch-switch tertentu yang jumlahnya begitu banyak. Pekerjaan programming ini menjadi begitu membosankan sehingga akhirnya muncul ide untuk menyimpan program di dalam memory bersama dengan data. Ide yang kemudian dikenal dengan "stored program" ini dipopulerkan oleh John von Neumann yang kemudian bersama rekan-rekannya mulai merancang IAS computer yang kemudian menjadi prototipe dari segala komputer general purpose.

General Purpose komputer mempunyai 4 komponen utama yaitu:
- Main memory: berfungsi untuk menyimpan data dan instruksi
- ALU (Arithmetic Logic Unit): digunakan untuk melakukan operasi aritmatika
- Control Unit: menginterpretasikan instruksi di memory dan menjalankannya
- I/O (input output): perangkat yang dioperasikan oleh control unit

Evolusi komputer dari generasi ke generasi terlihat jejaknya pada peningkatan kecepatan processor, pengurangan ukuran komponen, peningkatan kapasitas memory dan peningkatan kecepatan dan kapasitas I/O.


Posted at 08:24 pm by bank_al
Make a comment  


MODEM

Modem berasal dari singkatan MOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa (carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah. Setiap perangkat komunikasi jarak jauh dua-arah umumnya menggunakan bagian yang disebut "modem", seperti VSAT, Microwave Radio, dan lain sebagainya, namun umumnya istilah modem lebih dikenal sebagai Perangkat keras yang sering digunakan untuk komunikasi pada komputer.

Data dari komputer yang berbentuk sinyal digital diberikan kepada modem untuk diubah menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa media telekomunikasi seperti telepon dan radio.

Setibanya di modem tujuan, sinyal analog tersebut diubah menjadi sinyal digital kembali dan dikirimkan kepada komputer. Terdapat dua jenis modem secara fisiknya, yaitu modem eksternal dan modem internal.

Sumber:Wikipedia Indonesia